Gara – gara kopi gejolak hati tercabik – cabik. Hal itulah yang dirasakan Pandu Eka Kusuma Wijaya. Seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memiliki pengalaman yang menyayat hati.

Pasalnya, beberapa bulan yang lalu karena kecintaannya dengan kopi ia harus putus hubungan dengan sang kekasih. Kebiasaan dirinya yang tidak bisa hidup tanpa kopi inilah yang menjadi alasannya.

“Saya tuh setiap hari ngopi, ada yang kurang gitu kalau sehari tidak ngopi. Tapi ya gitu, si mantan dulu ga suka kalau hidupku ngopi terus,” ujar Pandu kepada radarmalang.id.

Menurutnya, pacarnya dulu cemburu dengan kebiasaan dirinya tersebut. Pandu mengaku, tidak suka hidupnya dikekang dari situlah konflik bermula. “Aku tidak suka kalau waktuku diatur kayak gitu. Padahal kalau ngopi juga setelah seharian sama doi. Kan jadi kayak dikekang gitu, ya itulah awal konfliknya,” imbuhnya.

Ketika ditanya sejauh apa kecintaannya dengan kopi, ia mengaku sudah sejak SD. “Sejak SD memang sudah menikmati, dan sampai sekarang,” ungkap pria yang tinggal di kawasan Telogomas tersebut.

Lebih lanjut, ia bercerita pengalamannya ini tidak membuatnya menghentikan kecintaannya terhadap kopi. Walaupun ia merasa tersakiti, dari situlah uang menjadikan dirinya belajar dalam memilih teman dan pasangan hidup.

“Sebenarnya tidak enak banget rasanya, cuma sekarang jadi lebih belajar memilih teman dan cewek yang tidak seperti mereka. Saya mau berpesan saja, terimakasih sudah menghargai pertemanan semurah itu,” tandasnya.

Pewarta : Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah
Fotografer : Arifina