KOPI adalah minuman pahit berwarna hitam. Definisi sederhana tersebut mungkin tergambar di benak sebagian penikmat kopi. Padahal, kopi terdiri dari banyak ragam. Di Indonesia sendiri, ada empat jenis kopi, yaitu Robusta, Arabica, Liberica dan Excelsa.

Di Indonesia dan khususnya di Malang, jenis yang paling banyak ditemui di kedai kopi adalah Robusta dan Arabica. Namun tak banyak juga konsumen kopi terutama yang awam, mengetahui perbedaan keduanya. Penggiat Kopi, Aditya Ong menjelaskan, salah satu perbedaan mendasar dari kedua jenis tersebut adalah rasa.

“Robusta karakteristiknya bitter. Kalau orang-orang mungkin bilangnya pahit dan kental. Sementara Arabica lebih acid (asam),” jelas pria yang kini aktif mengelola La Leite Coffee ini.

Pria berkacamata ini menjelaskan, kandungan kafein dua jenis kopi ini juga berbeda. Arabica memiliki kandungan kafein antara 0.8 hingga 1.4 persen dengan kandungan gula, sedangkan Robusta memiliki kandungan kafein hingga 2.2 persen tanpa ada kandungan gula. Hal ini membuat Robusta lebih pahit sementara Arabica cenderung memiliki rasa manis.

“Arabica ini kebanyakan disuka sama kaum hawa. Karena dia tidak terlalu pahit,” terang Adit.

Perbedaan lain adalah  pohon Robusta memiliki akar tunggang yang menghunjam ke bawah sehingga mampu menyerap unsur hara lebih kuat dan membuat kopi cenderung kental nan pahit. Sementara Arabica lebih acid karena memiliki akar serabut yang menyerap rasa dari tanaman di sekitarnya.

“Afer taste Arabica biasanya herbs (aroma rempah-rempah) atau kalau nggak, dia fruity. Seperti Arabica Bali Kintamani. Aftar taste yang dihasilkan Bali Kintamani, orange banget dan florist. Karena memang seperti diketahui, di Kintamani, tanaman yang dominan di sana itu jeruk dan bunga-bungaan,” ungkap Adit.

Perbedaan lain adalah dari segi harga. Karena Robusta lebih cepat panen, maka harga kopi jenis ini paling murah di antara jenis kopi lain. Sementara Arabica yang membutuhkan waktu panen lebih lama membuatnya cenderung lebih mahal ketimbang Robusta.

“Tapi pengembangan varietas membuat harga Robusta bisa jadi lebih tinggi dari Arabica,” pungkas Aditya.

Pewarta : Shuvia Rahma
Penyunting: Kholid Amrullah